Tahapan-Tahapan Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD
Penyusunan instrumen penilaian mengikuti langkah-langkah pengembangan instrumen yang standar yaitu menentukan tujuan, menyusun kisi-kisi, menyusun soal, analisis kualitatif, uji coba, dan analisis kuantitatif.
Syarat utama penilaian adalah diperolehnya data hasil pengukuran dengan tingkat akurasi yang tinggi sesuai dengan kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator.
Untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat diperlukan alat ukur yang valid dan reliabel, sehingga harus mengikuti langkah-langkah pengembangan instrumen secara ketat. Melalui pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran.
Hal yang penting dalam mengembangkan sistem penilaian adalah menyusun spesifikasi penilaian, meliputi: tujuan, lama penilaian dan instrumen penilaian.
Menurut Allen (1979) tahapan pengembangan tes adalah:
1. Rumuskan tujuan tes yang akan dilakukan
Tujuan tes harus dirumuskan secara jelas sehingga memberikan arah dan lingkup pengembangan tes selanjutnya. Setelah tujuan dirumuskan, buat kisi-kisi tes (table of spesification).
2. Penulisan soal
Penulisan soal adalah penjabaran indikator kompetensi yang hendak diukur menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan kisi-kisi. Setiap butir soal yang dibuat harus jelas apa yang akan ditanyakan dan jelas pula apa yang dituntut. Pada soal yang telah dibuat, dilakukan review dan revisi oleh orang lain, karena seringkali kekurangan yang terdapat pada soal tidak terlihat oleh penulis.
3. Soal-soal yang telah direview dan direvisi secara teoritis sudah merupakan soal yang baik
Guna memperoleh gambaran empirik perangkat tes perlu diujicobakan pada kelompok subyek yang memiliki karakterisik sama atau hampir sama dengan kelompok dimana tes tersebut akan digunakan.
4. Analisis butir hasil uji coba
Bertujuan untuk memperoleh informasi soal-soal mana yang sudah baik, perlu direvisi dan harus dibuang analisis butir dilakukan berdasarkan teori tes klasik ataupun modern.
5. Ujikan kembali tes yang sudah direvisi pada sample lain
Ujikan kembali tes yang sudah direvisi pada sample lain yang memiliki karakteristik peserta tes yang akan diuji, kemudian ulangi lagi langkah keempat. Langkah ini untuk selanjutnya disebut dengan test standardization.
Sumber :
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://ejournal.upi.edu/index.php/invotec/article/view/4840&ved=2ahUKEwjmstORhrnzAhWvgUsFHQneAWQQFnoECAQQAQ&authuser=1&usg=AOvVaw2Rhra7YRg9IVcmkzTjAsao di akses pada tanggal 7 oktober 2021 pada pukul 20.35
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.neliti.com/id/publications/65901/pengembangan-instrumen-penilaian-berbasis-kompetensi-untuk-meningkatkan-kualitas&ved=2ahUKEwjmstORhrnzAhWvgUsFHQneAWQQFnoECAoQAQ&authuser=1&usg=AOvVaw0-6VFfYW-yfOs8cy5vUZrc di akses pada tanggal 7 oktober 2021 pada pukul 20.46
Komentar
Posting Komentar